Pusaka Tindih
Menelisik Jejak Singosari: Tombak Biring Pamor Ngulsem (TA-315)
Dunia tosan aji bukan sekadar tentang senjata tajam, melainkan tentang filosofi, doa, dan sejarah yang tertuang dalam tempaan logam. Kali ini, kami menghadirkan koleksi istimewa dengan kode TA-315, sebuah pusaka yang membawa kita kembali ke masa kejayaan Kerajaan Singosari pada abad ke-XII.
Filosofi Dapur Biring & Pamor Ngulsem
Tombak ber-Dapur Biring memiliki karakteristik yang luwes namun tegas. Secara filosofis, bentuk biring sering dikaitkan dengan ketajaman intuisi dan kelincahan dalam mengambil keputusan. Dipadukan dengan Pamor Ngulsem (Ngulit Semangka), pusaka ini membawa harapan akan kemudahan rezeki dan keluwesan dalam pergaulan bagi pemiliknya.
Pusaka Tindih: Sang Penyeimbang Energi
Salah satu alasan mengapa koleksi dari era Singosari sangat diburu adalah fungsinya sebagai Pusaka Tindih.
Dalam dunia perkerisan, Pusaka Tindih dipercaya memiliki energi "tua" yang mumpuni untuk meredam atau menetralkan hawa panas (energi negatif) dari pusaka-pusaka lain yang mungkin memiliki karakter keras atau kurang selaras dalam satu penyimpanan. Memiliki satu pusaka tindih yang tangguh seperti era Singosari dianggap sebagai kewajiban bagi kolektor agar keharmonisan energi di dalam rumah tetap terjaga.
Kondisi & Material
Meskipun telah berusia ratusan tahun (sejak abad ke-12), bilah ini masih menunjukkan karakter material logam Singosari yang khas—padat, berserat, dan memiliki kesan wingit yang kuat. Balutan hulu dan warangka dari Jati Belanda memberikan kesan minimalis namun tetap fungsional untuk menjaga keamanan bilah.
Tertarik memaharkan pusaka ini? Pusaka dari era Singosari dengan harga yang terjangkau adalah kesempatan langka bagi Anda yang ingin memulai koleksi atau mencari pusaka tindih yang otentik.
Identifikasi Pusaka
Berikut adalah detail teknis dari Tombak Biring Singosari:
| Spesifikasi | Detail |
| No. Katalog | TA-315 |
| Jenis Pusaka | Tombak |
| Dapur | Biring |
| Pamor | Ngulsem (Ngulit Semangka) |
| Tangguh | Singosari (Abad XII) |
| Hulu / Warangka | Kayu Jati Belanda |
| Berat Bilah | 84 gram |
| Panjang Wilah | 26 cm |
| Panjang Pesi | 6.5 cm |
| Mahar | Rp 700.000 |
.png)
.png)
Discussion