Keris Pasopati
Dalam dunia tosan aji, setiap bilah memiliki jiwanya sendiri. Ada yang diciptakan untuk perlindungan, ada yang untuk kewibawaan, dan ada pula yang menyimpan doa untuk kesejahteraan pemiliknya.
Pada kesempatan kali ini, kami ingin memperkenalkan sebuah mahakarya Kamardikan abad XXI yang istimewa. Sebuah perpaduan antara ketegasan seorang ksatria dan harapan akan rezeki yang melimpah. Inilah Keris Pasopati Pamor Pedaringan Kebak (Kode: TA-320).
Filosofi Dapur Pasopati: Sang Ksatria Lurus
Keris ini memiliki dapur (bentuk) Pasopati. Bagi para pecinta budaya Jawa, nama Pasopati tentu tidak asing. Ini adalah nama panah sakti milik Arjuna, sang penengah Pandawa. Keris berluk lurus ini melambangkan ketegasan, fokus pada tujuan, dan loyalitas. Pemilik keris Pasopati diharapkan memiliki sifat ksatria yang tidak mudah goyah, lurus hatinya, dan tajam pikirannya dalam menyelesaikan masalah.
Tuah Pamor Pedaringan Kebak: Rezeki yang Tak Putus
Keindahan fisik bilah ini disempurnakan dengan pamor Pedaringan Kebak. Secara harfiah, artinya adalah "tempat beras yang penuh".
Ini adalah salah satu pamor yang paling dicari oleh para pedagang, pengusaha, dan pejabat. Filosofinya sangat dalam: sebuah doa agar pemiliknya senantiasa diberikan rezeki yang penuh, lumbung harta yang tidak pernah kosong, dan kemakmuran yang berkah. Jika Pasopati adalah tentang karakter yang kuat, Pedaringan Kebak adalah tentang kesejahteraan hidup.
Spesifikasi Fisik dan Keindahan Warangka
Meskipun merupakan keris Tangguh Kamardikan (era kemerdekaan/modern abad ke-21), pengerjaan keris ini sangat halus dan presisi.
Bilah: Memiliki panjang wilah 36,2 cm dengan berat 221 gram, keris ini terasa mantap namun seimbang ketika digenggam. Panjang gonjo 8,2 cm memberikan proporsi yang estetis.
Sandangan (Pakaian Keris): Bilah yang gagah ini dibalut dengan warangka model Gayaman khas Surakarta. Yang membuatnya unik adalah penggunaan bahan Kayu Kantil. Dalam tradisi Jawa, kayu kantil sering dikaitkan dengan hal-hal spiritual dan daya tarik (pengasihan).
Hulu: Gagang atau hulu terbuat dari Kayu Jati Surakarta, memberikan kesan kokoh, klasik, dan abadi.

Discussion